Mengapa Mata-mata Harus Cantik dan Seksi ?

Sejumlah mata-mata Rusia ditangkap Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat baru-baru ini, salah satu yang menarik perhatian adalah si cantik berambut merah, Anna Chapman.
Perempuan bernama asli Anya Kushchenko kini jadi sensasi baru di dunia maya. Baru-baru ini foto sensualnya juga beredar di internet.
Kemunculan Anna ke publik mengingatkan pada mata-mata seksi di era perang dingin antara dua negara adidaya, Amerika Serikat dan Uni Soviet.
Sudah jadi rahasia umum bahwa kecantikan adalah salah satu syarat yang harus dipenuhi perempuan untuk jadi intel.
Mengapa demikian?
"Jika Anda perempuan yang cantik, cerdas, mempesona, dan bisa menggoda orang, itu berarti Anda punya kekuatan besar untuk membuat orang bertekuk lutut -- untuk melakukan apa yang Anda inginkan," kata sejarahwan militer dan ahli spionase, Patrick O'Donnell.
Agar sukses, mata-mata cantik harus diumpankan ke target utama -- seorang pria yang punya akses ke informasi-informasi penting dan rahasia.
Kata O'Donnell, merekrut perempuan cantik adalah strategi yang lazim dipakai badan-badan intelijen.
Namun, tak cukup hanya penampilan memikat dan seksi, kecerdasan juga wajib hukumnya.
Sebab, "tanpa kecerdasan dan karisma, kerja mata-mata tidak meyakinkan."

Intel cantik paling sukses era perang dingin
Salah satu mata-mata penggoda paling sukses di era Perang Dingin adalah Elizabeth Pack. Kata Donnell mata-mata berkode 'Cynthia' itu bekerja untuk Amerika Serikat di era Perang Dunia II.
Dalam salah satu misi, Pack berhasil membuat staf Kedutaan Perancis dan seorang pejabat Angkatan Laut Italia kepincut. Tujuan spionase yang dilakukan adalah mendapatkan akses buku kode yang dipegang keduanya.
"Dia berhasil merayu keduanya," kata O'Donnell. Pack adalah perempuan gaul di jaman itu yang direkrut Office of Strategic Services (OSS) -- cikal bakal CIA. Pack menyelesaikan misinya di usianya yang di akhir 20-an.
"Hasil kerjanya luar biasa, mengubah sejarah," kata O'Donnell.
Dengan memegang dua buku berisi kode rahasia, tentara sekutu mengetahui posisi kapal Italia dan mengebomnya.
Ditambahkan dia, salah satu kapasitas yang harus dimiliki mata-mata adalah mampu bertahan di kondisi apapun. Juga harus percaya diri, agar penjaga gerbang perbatasan mau mengizinkan Anda lewat atau seseorang memberi Anda keterangan yang berharga dan rahasia.
Di pihak lain, dikenal mata-mata cantik bernama Christa Roy -- yang bekerja untuk Nazi Jerman.
Dia ditahan serelah menggoda seorang perwira militer Amerika Serikat. Reputasinya sebagai mata-mata nan seksi tercatat dalam dokumen resmi pemerintah.
Tak hanya mata-mata perempuan yang menggunakan daya tarik seksualnya untuk memancing informasi musuh.
Dalam dunia intelijen dikenal seorang mata-mata bernama Dusko Popov -- agen ganda Rusia-Inggris yang jadi mata-mata di Amerika.
Dia memiliki kode 'Agent Tricycle' . Menurut koran intelijen Inggris pada 2002, kode itu menunjukan kegemarannya melakukan 'threesomes'.
Meski demikian, lanjut O'Donnell, tak semua mata-mata cantik. Sebab, itu tergantung misi yang dijalankan. "Mata-mata hebat bisa menyamar dan melebur dengan orang-orang di sekitarnya, tanpa disadari target. Akan jadi kontraproduktif jika dia terlalu menawan, karena gampang sekali jadi perhatian orang."